TUAL, 2 Februari 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Program Studi Sarjana Terapan (D4) Teknologi Kelautan, Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant), sukses melaksanakan digitalisasi tata ruang pesisir di Desa Lebetawi, Kota Tual. Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan basis data geospasial yang akurat guna mendukung Desa Lebetawi sebagai lokasi prioritas program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Desa Lebetawi memiliki potensi pesisir yang strategis dan telah ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai penerima manfaat program KNMP. Namun, sebelum adanya kegiatan ini, desa menghadapi kendala mendasar berupa ketiadaan peta dasar dan peta tata ruang yang tergeoreferensi. Hal ini menyulitkan pemerintah desa dalam perencanaan pembangunan infrastruktur yang presisi dan inventarisasi aset desa.
Ketua Tim Pelaksana PkM, Budhi Agung Prasetyo, S.Pi, M.Si, menjelaskan bahwa tanpa data spasial yang akurat, pembangunan di wilayah pesisir rentan salah sasaran dan berisiko tumpang tindih lahan.
"Transformasi menuju Smart Coastal Village menuntut adanya digitalisasi data desa. Oleh karena itu, kami hadir memberikan solusi melalui pemetaan partisipatif dan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memvisualisasikan kondisi eksisting desa, mulai dari bangunan, jalan, hingga garis pantai secara nyata," ujar Budhi.
Kegiatan yang berlangsung selama satu pekan pada akhir Januari 2026 ini melibatkan kolaborasi antara dosen dan masyarakat setempat. Metode yang digunakan meliputi akuisisi data citra satelit resolusi tinggi, survei lapangan (ground truthing) untuk validasi batas administrasi, serta digitasi data spasial menggunakan perangkat lunak QGIS.
Hasil dan Dampak Nyata
Sebagai luaran utama kegiatan, Tim PkM Polikant menyerahkan:
Peta Administrasi dan Tata Ruang Desa dalam format cetak resolusi tinggi (Baliho) untuk inventaris kantor desa.
Basis Data Geospasial Digital (format .pdf, .jpg, dan .kml) yang dapat diakses melalui komputer maupun smartphone.
Data Inventarisasi Aset dan fasilitas sosial yang telah memiliki titik koordinat presisi (GCP).
Kepala Desa Lebetawi menyambut baik hasil pemetaan ini. Dengan adanya peta digital, batas wilayah kini terdokumentasi secara visual, yang krusial untuk memitigasi sengketa lahan di masa depan. Selain itu, perangkat desa kini memiliki bekal literasi spasial untuk menggunakan peta tersebut sebagai lampiran teknis dalam pengusulan program pembangunan ke tingkat kabupaten.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen dari berbagai latar belakang keahlian, yang terdiri dari Budhi Agung Prasetyo (Ketua), serta anggota tim: Mesrika Yanti Solin, Ma'rufa Nurul Latifah, Safinah Yulianty Sitania, dan Riska Nur Wakidah.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Teknologi Kelautan Polikant menegaskan komitmennya untuk tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam penerapan teknologi bagi kemajuan masyarakat pesisir di Kepulauan Kei.
Tentang Program Studi D4 Teknologi Kelautan Polikant: Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Kelautan merupakan salah satu program studi unggulan di Politeknik Perikanan Negeri Tual yang berfokus pada pengembangan teknologi kelautan dan perikanan, serta penerapan ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil.
Budhi Agung Prasetyo, S.Pi., M.Si,
Dosen dan Peneliti di Program Studi D4 Teknologi Kelautan, Politeknik Perikanan Negeri Tual
Riska Nur Wakidah, S.S.T., M.Tr.T.
Dosen dan Peneliti di Program Studi D4 Teknologi Kelautan, Politeknik Perikanan Negeri Tual